|
|
MODUL PERKULIAHAN
|
|
|
|
|
|
PSIKOLOGI UMUM 1
|
|
|
|
|
|
Metode Penelitian dalam Psikologi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Fakultas
|
Program Studi
|
Tatap Muka
|
Kode MK
|
Disusun Oleh
|
|
|
|
Psikologi
|
Psikologi
|
05
|
|
Luh
Mea Tegawati, M.Psi.Psi.
|
|
|
Abstract
|
Kompetensi
|
|
|
|
|
Modul
ini menerangkan definisi metode-metode penelitian dalam psikologi
|
Mahasiswa
memahami tentang metode yang digunakan dalam penelitian psikologi
|
Psikologi sebagai Ilmu
Prolog
- Apakah Anda pernah bertanya-tanya tentang sesuatu?
- So..bagaimana cara Anda menemukan jawaban?
- Dengan menyelidiki atau membiarkan?
- Dalam bidang psikologi atau bidang lain adakah sesuatu yang ingin dicari jawabannya?
Apakah Penelitian
Penelitian adalah penyelidikan secara sistematis untuk menjawab
sebuah permasalahan.
“Scientific research s a systematic, contolled empirical and
critical investigation of propotions about the presumed relationships about
various phenomena (Kerlinger, 1986)”
Metode untuk menemukan pengetahuan yaitu : (Helmstadter dalam
Christensen, 2001)
Kekukuhan pendapat (Tenacity)
kekukuhan
pendapat. Pengetahuan didapat
berdasarkan tahayul atau kebiasaan yang umumnya berlaku di masyarakat tertentu
Kekukuhan pendapat terjadi jika
peneliti sangat yakin dengan pendapatnya kemudian dijadikan hipotesa,
dibuktikan dengan penelitian ilmiah
Kelemahan tidak ada yang berani
menentang atau meakukan dangan cara lain
Otoritas (Authority)
suatu informasi diterima sebagai pengetahuan
yang benar karena dinyatakan oleh sumber yang dinyatakan memiliki otoritas atau
kekuasaan.
Kelemahan pendapat tokoh belum tentu
benar akan tetapi diyakini oleh pengikutnya (misal, kasus Nabi Palsu)
Intuition
Metode yang berdasrkan pemikiran
secara akal tetapi pengetahuan didapat tidak dikaitkan dengan pengetahuan
sebelumnya atau informasi sebelumnya, tanpa proses penalaran atau pengambilan
kesimpulan yang benar. Kelemahannya tidak dicari fakta yang sebenarnya
Rasionalisme
Menggunakan metode penalaran atau
reasoning. Proses berpikir dengan metode deduktif yang akan dicari pembuktian.
Kelemahan apabila tidak terdapat
standar dalam membuktikan metode penalaran.
Empirisme
Metode yang
menggunakan pengalaman dan observasi, dikenal dengan metode induktif karena
mengutamakan pengalaman
Persepsi tidak selalu menjadi
kenyataan karena dipengaruhi hal-hal subjektif, misal motivasi dari pengalaman
sebelumnya
Metode ilmiah (Science)
Metode ini berusaha mendapatkan
informasi sedekat mungkin dengan kenyataan. Metode ilmiah melibatkan dua metode
yaitu rasionalisme yang menekankan pada
penalaran dan empirisme yang menekankan pada kenyataan yang ada.
METODE
ILMIAH
Orientasi Ilmiah ditandai:
1. Toleransi
terhadap ambiguitas à
hasil dari pengujian ilmiah terdapat dua kemungkinan yaitu terbukti ataupun
kondisi keraguan atau tidak terbukti sehingga ada tolerasi dalam prosesnya.
2. Kesediaan
dan kemamuan mempertanyakan sesuatu yang tampaknya sudah tidak perlu
dipertanyakan lagi
3. Keinginan
melakukan pengujian terhadap berbagai kemungkinan
KARAKTERISTIK METODE
ILMIAH
A.
Adanya definisi operasional : definisi
operasional deberikan secara jelas dan terinci terhadap variabel yang dipilih. Variabel
adalah atribut atau propertidimana organisme (orang, subjek, benda)
bervariasi.
B.
Adanya kontrol: perlu mencari
faktor-faktor yang menjadi penyebab untuk mengontrol faktor lain.
C.
Dapat diulang: dapat diulang atau
direplikasi. Syarat reliabel terpenuhi sehingga apabila direplikasi hasil tidak
akan jauh berbeda
ORIENTASI METODE ILMIAH
Metode ilmiah merupakan suatu
orientasi di kalangan masyarakat ilmiah yang ditandai dengan adanya sikap
kritis terhadap temuan-temua, pernyataan-pernyataan, suatu pencarian yang aktif
untuk menemukan kasalahan, sikap skeptic pada pengetahuan yang diperoleh karena
didasari pandangan akan adanya kelemahan dan inkonsistensi pemikiran seseorang,
serta melihat penjelasan-penjelasan yang ada pada tahap tentatif dari proses
yang ada. Orientasi ilmiah ditandai 3 hal
1.
Toleransi
terhadap ambiguitas. Hal ini tercermin dari adanya pengakuan bahwa tidak ada
satu aturan atau resep tertentu yang dapat mengarahkan kita mencapai suatu
temuan. (discovery). Toleransi ini menunjukkan adanya kemauan untuk bekerja
tanpa adanya kepastian jawaban yang memuaskan, serta adanya apresiasi terhadap
situasi dimana “keraguan dianggap sebagai kondisi yang tidak menyenangkan dan
kepastian adalah sesuatu yang mustahil.”
2.
Kesediaan
dan kemauan untuk mempertanyakan sesuatu yang tampaknya sudah tidak perlu
dipertanyakan lagi. Dengan kata lain metode ilmiah tidak menerima begitu saja
penjelasan hasil penelitian yang ada, tetapi berusaha untuk mengkasi kembali
penjelasan dan hasil penelitian tersebut.
3.
Keinginan
untuk melakukan pengujian terhadap berbagai kemungkinan jawaban yang saling
bertentangan satu sama lain. Metode ilmiah terbuka untuk menerima pendapat yang
berbeda dan setiap pendapat terbuka untuk diuji.
KARAKTERISTIK
METODE ILMIAH
Cristhensen (2001) menyatakan bahwa
ada tiga karakteristik utama metode ilmiah yaitu:
1.
Adanya
Definisi Operasional
Operasionalisasi variable berarti
variable yang diteliti harus didefinisikan secara jelas, termasuk cara
pengukurannya. Definisi terhadap variable perlu dilakukan untuk menghilangkan
kerancuan mengenai cara mengukur gejala.
2.
Adanya
Kontrol
Peneliti perlu mengidentifikasikan
faktor-faktor penyebab suatu tingkah laku untuk melakukan kontrol.
3.
Dapat
Diulang
Dapat diulang atau direplikasi oleh
peneliti lain. Hasil yang diperoleh pada suatu penelitian harus reiliable
(dapat diperoleh hasil yang kurang lebih sama apabila diulang). Sesuai denga
tujuan ilmu pengetahuan yaitu memperoleh pengetahuan yang sistematis mengenai
dunia berdasakan metode ilmiah, maka observasi, dan penjelasan yang tidak
reliable tidak dapat digunakan.
ASUMSI METODE ILMIAH
EMPIRISME:
suatu metode dikatakan ilmiah jika dapat memberikan data atau fakta yang dapat
diobservasi dan terukur, dapat dibuktikan secara ilmiah.
DETERMINISME :
gejala yang ada mengikuti akuran tertentu berdasarkan teori bidang ilmu yang
mendasari. Misalnya, teori perilaku menurut psikologi
KESEDERHANAAN (Parsimony)
:pemilihan hipotesis yang
paling sederhana atau pernyataan paling kongkret menjelaskan gejala
KETERUJIAN (Testability): ada pengujian yang dapat dilakukan
untuk menganalisis apakah hipotesis atau pernyataan ilmiah benar atau salah
PERBEDAAN ILMU
PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN AWAM
Secara umum, Kerlinger dan Lee (2000)
mengemukakan 5 perbedaan antara ilmu pengetahuan dan pengetahuan.awam :
Pertama, Penggunaan Konsep dan teori à ilmu pengetahuan menggunakan dasar
berupa teori pengetahuan awam bersal dari keyakinan, pendapat orang, dan tidak
ilmiah.
Kedua, pengujian teori dan hipotesis à ilmu pengetahuan melalui penelitian yang
sistematis dan ilmiah. Pengetahuan awam tidak dilakukan pengujian secara
ilmiah.
Ketiga, kontrol à ilmu pengetahuan menggunakan kontrol
untuk dapat memisahkan variable pengganggu. Pengetahuan awam tidak ada kontrol.
Keempat, kemampuan melihat hubungan antargejala
à ilmu
pengetahuan melihat secara konstan hubungan diantara gejala sedangkan
pengetahuan awam menggunakan akal sehat untuk menjelaskan hubungan antargejala.
Keenam, penjelasan gejala yang
diobservasi à
Ilmu pengetahuan menjelaskan gejala melalui perilaku yang bisa diobservasi
sedangkan pengetahuan awam gejala terkadang bersifat metafisik.
|
Ilmu Pengetahuan
|
|
|
Statis (subtantif)
|
Dinamis (proses)
|
|
• Definisi:
sekumpulan ilmu pengetahuan yang
terintegrasi
• Fungsi Ilmu:
menemukan fakta-fakta baru dan
menambahkan pada pengetahuan sebelumnya dalam rangka mengembangkan
pengetahuan tersebut
|
•
Definisi Ilmu:
serangkaian kegiatan yang bertujuan
menemukan variabel-variabel yang berperan penting dalam kehidupan, mencari keterkaitan
antara variabel-variabel tersebut serta menemukan hukum/aturan yang dapat
menjelaskan hubungan tersebut.
•
Fungsi Ilmu:
Membangun
hukuk-hukum umum dari kejadian empiris. Ilmuwan dapat menghubungkan kejadian
dan membuat prediksi.
|
Characteristics of Modern Science
o
The scientific mentality
o
Data-gathering
o
Seeking general principles
o
Good thingking àprinciple
of parsimony
o
Self-correction
o
Publicizing results
o
Replication
o
Christensen
(2001) menyebutkan empat tujuan ilmu pengetahuan yaitu :
1.
Deskripsi
Tujuan pertama ilmu adalah memberikan
gambaran atau deskripsi mengenai suatu gejala secara tepat. Ilmuwan berusaha
memberikan gambaran secara sistematis mengenai fakta-fakta atau karakteristik
dari gejala yang diteliti.
2.
Eksplanasi
Ilmu untuk memecahkan masalah manusia.
Oleh karena itu, seorang ilmuwan tidak akan puas dengan hanya memperoleh
gambaran mengenai gejala. Diperlukan penjelasan mengenai mengapa faktor-faktor
yang menyebabkan munculnya gejala tertentu.
3.
Prediksi
Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab
munculnya gejala, peneliti dapat membuat prediksi mengenai munculnya prediksi
di masa akan datang.
4. Kontrol
Ilmu pengetahuan adalah melakukan
kontrol terhadap munculnya gejala atau tingkah laku tertentu. Kontrol yang
dilakukan dapat berarti mengurangi munculnya gejala tertentu/ gejala perilaku
yang merugikan.
Psikologi sebagai ilmu pengetahuan
menggunakan metode ilmiah dalam mempelajari dan menjelaskan tingkah laku
manusia yang ditandai dengan adanya :
a.
Teori
yang mendasari
b.
Penyusuan
hipotesis
c.
Observasi
d.
Pengukuran
e.
Objektif
f.
Terkontrol
g.
Keterbukaan
terhadap kesalahan
h.
Keterbukaan
akan perbedaan pendapat dengan ilmuwan lain
i.
Replikasi
Pendekatan Ilmiah dalam Psikologi
4 sikap pendekatan ilmiah
•
rasa ingin tahu
•
skeptis
•
objektifitas
•
kesediaan untuk berfikir kritis
Bagi para ilmuan yang
terpenting - rasa keingintahuan (curios). Para ilmuan juga bersikap skeptis
yaitu meragukan hal-hal yang orang lain terima apa adanya. Para ilmuan juga
meyakini bahwa salah satu cara terbaik untuk menjadi objektif adalah melakukan
penelitian.
Pendekatan ilmiah itu, Ilmu pengetahuan yang melibatkan berfikir dengan kritis diwujudkan dengan
•
berifkir secara reflektif
•
berfikir secara produktif dan mengevaluasi
bukti
Metode-Metode dalam Psikologi
•
Metode Longitudinal
Metode ini merupakan
metode penelitian yang membutuhkan waktu yang relative lama untuk mencapai
suatu hasil penelitian. Dengan metode ini penelitian dilakukan hari demi hari,
bulan demi bulan bahkan mungkin tahun demi tahun. Karena itu apabila dilihat
dari segi perjalanan penelitisn ini adalah secara vertikal.
•
Metode
Cross-Sectional
Metode penelitian yang
tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama didalam melakukan penelitian. Dengan
metode ini dalam waktu yang relatif singkat dapat disimpulkan bahan yang
banyak. Jadi kalau dillihat dari jalannya metode ini merupakan penelitian
Horisontal.
Menurut Bimo Walgito
(2004), terdapat beberapa pembagian metode penelitian dalam psikologi yaitu ;
1) Metode Introspeksi
Introspeksi adalah Melihat
kedalam (intro = kedalam dan speksi <spectare> =melihat).
Metode ini merupakan suatu metode penelitian dengan melihat peristiwa-peristiwa
kedalam dirinya sendiri.
2) Metode Introspeksi eksperimental
Metode ini merupakan
metode penggabungan dari introspeksi dengan eksperimen. Dengan jalan
eksperimen, maka sipat subjektivitas dari metode introspeksi akan dapat
diatasi. Pada metode introspeksi murni hanya dari penelitian yang menjadi
objek. Tetapi pada introspeksi eksperimental jumlah subjek banyak, yaitu orang
orang yang dieksperimentasi itu.
3) Metode Ekstropeksi
Artinya Melihat Keluar.
Metode ini dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada
metode introspeksi. Pada metode ekstropeksi subjek penelitian bukan dirinya
sendiri tetapi orang lain. Dengan demikian diharapkan adanya sipat yang
objektif dalam penelitian itu.
4) Metode Kuesioner
Kuesioner sering pula
disebut angket merupakan metode penelitian dengan menggunakan saftar pertanyaan
atau pernyataan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang yang menjadi
subjek dari penelitian tersebut
5) Metode Interview
Merupakan metode
penelitian dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sevara
lisan.
6) Metode Biografi
Merupakan metode tulisan
tentang kehidupan seseorang yang merupakan riwayat hidup. Dalam biografi, orang
menguraikan tentang keadaan, sikap-sikap ataupun sifat-sifat lain mengenai
orang yang bersangkutan.
7) Metode Analisis Karya
Merupakan suatu metode
penelitian yang dengan mengadakan analisis dari hasil karya.
8 ) Metode Klinis
Metode ini mula-mula
timbul dalam lapangan klinik untuk mempelajari keadaan orang orang yang jiwanya
terganggu (abnormal)
9) Metode Testing
Merupakan metode
penelitian yang menggunakan soal-soal, pertanyaan-pertanyaan, atau tugas lain
yang telah distandarisasikan.
10) Metode Statistik
Pada umumnya metode ini
digunakan untuk mengadakan penganalisisan terhadap materi atau data yang telah
dikumpulkan dalam suatu penelitian
Langkah-Langkah dalam Metode Ilmiah
•
Mengamati sejumlah gejala
•
Merumuskan
hipotesis dan dugaaan
•
Menguji melalui penelitian empiris
•
Menarik kesimpulan
•
Mengevaluasi kesimpulan
Penelitian dalam bidang psikologi
biasanya dilaksanakan pada setting tempat sebagai berikut ;
Latar laboratorium
Kelemahan :
a. Hampir mustahil melakukan penelitian tanpa subjek penelitian tanpa mengetahui apa yang sedang diteliti.
a. Hampir mustahil melakukan penelitian tanpa subjek penelitian tanpa mengetahui apa yang sedang diteliti.
b. Laboratorium tidak alami
dan dengan demikian dapat menyebabkan subjek penelitian berperilaku tidak
seperti biasa.
c. Orang yang bersedia
menjadi subjek penelitian mungkin tidak cukup untuk mewakili berbagai latar
belakang budaya.
d. Aspek pikirian dan
perilakunya sulit dan bahkan mustahil untuk diteliti.
Latar alami
1.
Pengamatan naturalistik - mengamati perilaku dg latar
yang sebenarnya tanpa upaya memanipulasi atau mengendalikan situasi.
2.
Pengamatan naturalistik digunakan pada sebuah
penelitian yang memusatkan pada percakapan dalam museum ilmu pengetahuan
anak-anak
Daftar Pustaka.
•
Sarwono, S.W.(2012). Pengantar Psikologi Umum.
Jakarta: PT. RajaGrafindo
Pers.
•
Walgito, Bimo. 2004. Psikologi Umum 1.
Yogyakarta: Andi Yogyakarta.
•
Marliani,
Roslenty. Psikologi Eksperimen. Bandung: Pustaka Setia
