Bagi sebagian orang memasak mungkin adalah sebuah tugas domestik biasa. Memotong, menimbang, mencampur dan mematangkannya mungkin dinilai hanya sebagai proses kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan hidangan yang bisa dinikmati lidah dan mengenyangkan perut semata. Akan tetapi, sebenarnya bagi orang-orang tertentu memasak merupakan cara untuk melepaskan beban dalam jiwa. Setiap proses yang dilakukan akan dengan sangat diperhitungkan dan memiliki nilai esensi dibaliknya.
Memasak mengajariku akan rasa sabar, mengerti akan proses gagal-berhasil, memperkirakan apa yang akan terjadi ketika menggunakan berbagai macam bahan dan memberi kebahagiaan kecil ketika orang yang menikmati memberi apresiasi atau setidaknya diriku sendiri yang mengapresiasi.
Memasak bukan perihal lengkap tidaknya bahan, namun dengan akal pikiran kita merancang sebuah proses dan menciptakan sebuah kolaborasi bahan manjadi enak dipandang pula dimakan. Pernahkan terbayangkan seluruh bahan mentah bersatu dan menghasilkan rasa yang seru? Rasa bahagia bahkan tercipta hanya ketika seseorang yang dituju habis menyantapnya. Aahhh, pokoknya bahagia..
Aku menulis sekaligus bercerita tentang bahagianya memasak sesuatu. Masakan sederhana yang berhasil menyembuhkan hatiku.. Rasa tertekan, muak akan tanggung jawab dan rutinitas yang rasanya sudah tak mampu aku bawa lari, bahkan kadang-kadang buatku lelah dan frustrasi. Aku sering diam dan meratap.. mau menyalahkan keadaan tapi tak kuat..
Memasak kue ini membuatku belajar akan rasa lega dan menikmati usaha. Proses mencampur bahan seadanya di dapur membuatku hatiku hanyut dan perlahan lega. Suara mixer yang berpacu menyatukan bahan dasar beda rasa. Persekian waktu konsentrasiku melebur dalam satu proses yang bersatu padu.. Tak ada luka, tak ada lara..
Waktu seolah memberiku ruang untuk tertawa sementara. Hingga pada akhir kulihat hasil yang menurutku cukup indah juga, menciptakan rasa penasaran dan berakhir pada kemesraan antara rasa dan usaha yang telah dilakukan..
Pada intinya, setiap dari kita pasti pernah merasa hal yang sama.. Merasa seolah dunia tak terkoneksi dengan kita. Sejenak lepaslah beban yang menggerogoti kepala.. Lakukanlah hal yang kau suka.. Sebentar saja..
Biarkan dirimu tak kehabisan rasa suka cita.. Sebentar saja.. peluklah dirimu dengan hobi atau kegiatan yang kau damba..
Kamu adalah pemeran utama kisahmu.. Jadi bahagialah, nikmati singkat waktumu..
#koperindu #kisahseloyangbolukeju
Jumat, 31 Januari 2020
Makna memasak untukku
Diposting oleh #koperindu 0 komentar
Kamis, 16 Mei 2019
-Tentang Aku yang MempercayaiNya-
Senja itu aku berencana habiskan waktu untuk berburu rezeki. Momentumnya pas. Aku di balik etalaseku dan mereka yang berlalu lalang mencari-cari kudapan untuk melegakan tenggorokannya yang kering dan perutnya yang keroncongan karena ibadah hari ini.
Tak henti-henti kusematkan senyumku pada tiap mereka yang singgah menunjuk-nunjuk etalaseku. Sesekali ada beberapa yang memuji kudapan buatan Ibu. Beberapa langgananpun kembali dan seperti biasa, tinggal mengucap saja kebiasaan pesanan mereka dan semua akan tersaji dengan cepatnya.
Aku menghitung sisa sajian di etalaseku, saat itu jam sudah menunjuk pukul 17:20, berarti kurang lebih 30 menit dari sekarang seruan kemenangan akan berkumandang. "Habis engga ya?" tanyaku pada diri sendiri. Masih ada sekitar 10 gelas kolak dan beberapa gorengan. Kutatap mantap semua dagangan dan berucap "pasti habis.. bismillah" hanya itu ucapku. Seolah aku yakin bahwa Dia akan berikan jawaban terbaik untukku.
Sekitar pukul 17:35 langit senja mulai berubah menggelap. Semakin lelah nampaknya matahari hingga ia berpamitan dengan cepatnya. Aku duduk, menunggu. Tak lama seorang pria paruh baya duduk di sebrangku. Tidak menatapku, namun duduk menyampingiku. Ia menatap jalan raya. Duduk diam entah apa yang ia fikirkan saat itu. Kulihat wajah lelahnya, aku senyum dan menganalisa bahwa ia tengah duduk untuk mengistirahatkan dirinya. Entah mengapa, seolah salah satu kudapanku memang miliknya, kuraih satu dan kuberikan padanya. "Ini pak, untuk berbuka puasa" ucapku dengan senyum semanis kubisa. Ia menatapku, kudengar pelan suaranya "alhamdulillah. Terima kasih teh.." seraya menerima bungkusan itu. Lega. Hanya itu rasa hatiku. Rasanya seperti aku menuntaskan misi rahasia saat itu.
Aku pun kembali duduk di balik etalase. Menunggu. Jam menunjukkan pukul 17:37 saat itu, "bismillah.. pasti habis" ucapku sembari tersenyum menatap kudapan-kudapanku yang masih berjejer manis di etalase. Tak hitung 2-3 menit, kalimatku seolah menggema di semesta. Para pelanggan datang! Secara ajaib mereka memesan dengan jumlah yang beraneka ragam. Membuatku sedikit kewalahan untuk melayani 1-1. "aku harus cepat!" hanya itu yang bergema dalam otakku. Hingga pada akhirnya seruan kemenangan berkumandang. Tersisa 4 gelas kolak manis di etalaseku. Lagi-lagi aku sok tahu.."jika memang rezekiku habis, pasti habis. Bismillah" hanya itu diskusi terakhirku pada batin. Hingga hal luar biasa terakhir terjadi, dimana pada saat orang-orang sibuk berbuka, datang seorang pria mendekati etalaseku. "ini kolak bukan ya?" tanyanya padaku, "iya pak.." jawabku sembari senyum dan berdiri untuk memudahkan menatap wajahnya. "oh.. saya beli". Tadinya kukira hanya 1, tak apalah. Lumayan. 1 juga rezeki. Kubungkus 1 gelas kolak itu. Lalu ia melanjutkan "mbak saya beli semua". Secara otomatis senyumku makin merekah bagai bolu kebanyakan pengembang. "Siap pak!". Ku percepat performa membungkusku. Tak hentinya aku bersenandung dalam hati "alhamdulillah.. alhamdulillah yaAllah". Hatiku tak karuan bahagianya. Bukan karena habisnya segala sajian di etalaseku, tapi karena percayaku diberikan jawaban terbaiknya. Bahkan sangat baik. Di detik-detik akhir, bahkan di waktu yang logikanya adalah masa orang-orang untuk duduk sejenak dan menuntaskan ibadahnya.
Ya.. tak salah sudah aku mempercayainya..
Tak salah sudah jawaban terbaik darinya. Meskipun dalam hati sedikit aku bertanya-tanya, apakah ini mutlak karena rasa percayaku? atau berkah lainnya? entahlah.. yang jelas, Dia Maha Tahu segalanya..
#koperindu
Diposting oleh #koperindu 0 komentar
Jumat, 26 April 2019
apakah benar aku tak bahagia?
hingga kini aku masih berjuang..
mempertahankan sebongkah bahagia yang nyaris berterbangan..
mempertanyakan diri, mengapa sulit sekali?
menyalahkan diri.. mengapa aku tak bisa capai meskipun hanya sekali?
sekali lagi.. hanya juang yang buat kakiku nyaris patah dan jantung yang berhenti..
air mata setia temani..
seolah sepaket dengan luka dan duka ini..
demikankah?
seperti itukah?
tanyaku yang membenci diri sendiri..
menjadi egois dengan keinginan capai yang belum sampai..
menghina diri dan segala kualitas yang dimiliki..
kuhabiskan hari ini untuk mengevaluasi..
membuka kembali lembar tawa dan prestasi yang mungkin sempat mampir di dalam hari..
ya..
aku pernah patah.. berkali-kali..
atas ragu dan berat usaha yang kualami..
aku mengalami penolakan, jalan yang panjang.. namun kala itu bahagiaku selalu datang..
dengan sedikit mimpi dalam bayang, mengandaikan diriku yang berhasil mencapai sebuah tujuan..
lantas apa yang beda dengan aku yang kini?
ternyata ada..
aku tak kembali mengingat juang yang pernah kulakukan..
tak lagi mengindahkan rasa syukur kala menatap sekitar..
tak lagi aku bahagia dengan segala pas-pasan yang aku punya..
aku hanya protes dengan titik jenuh semata..
lupa bahwa aku pernah bahagia..
aku pernah tertawa dengan mereka..
menikmati desir angin sembari menunggu senja..
menargetkan batas rasa sakit.. mencintai usaha..
iya..
aku lupa..
mengapa kini aku tak bahagia?
ternyata karena aku yang hanya tak lagi berfikiran jika aku bahagia..
#koperindu
Diposting oleh #koperindu 0 komentar
Senin, 22 April 2019
aku dan senja
kamu tahu senja?
bagiku lelaki adalah kaki..
perempuan adalah mata..
aku mampu bantu mereka melihat dunia.. membantu mereka menjadi awas dengan langkahnya..
sebaliknya, aku berharap mereka bisa jadikan aku sebagai alasannya menjelajahi dunia..
mengajakku untuk tahu segala yang belum kutahu..
melangkahkan aku pada temu yang bahagia..
berjumpa dengan hal baru, yang selama ini merantaiku dengan kodratku sebagai perempuan..
kuharap kamu tahu..
sebab kita adalah bangsa ke-timuran..
#koperindu
Diposting oleh #koperindu 0 komentar
Senin, 23 Juni 2014
|
|
MODUL PERKULIAHAN
|
|
|
|
|
|
PSIKOLOGI UMUM 1
|
|
|
|
|
|
Metode Penelitian dalam Psikologi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Fakultas
|
Program Studi
|
Tatap Muka
|
Kode MK
|
Disusun Oleh
|
|
|
|
Psikologi
|
Psikologi
|
05
|
|
Luh
Mea Tegawati, M.Psi.Psi.
|
|
|
Abstract
|
Kompetensi
|
|
|
|
|
Modul
ini menerangkan definisi metode-metode penelitian dalam psikologi
|
Mahasiswa
memahami tentang metode yang digunakan dalam penelitian psikologi
|
Psikologi sebagai Ilmu
Prolog
- Apakah Anda pernah bertanya-tanya tentang sesuatu?
- So..bagaimana cara Anda menemukan jawaban?
- Dengan menyelidiki atau membiarkan?
- Dalam bidang psikologi atau bidang lain adakah sesuatu yang ingin dicari jawabannya?
Apakah Penelitian
|
Ilmu Pengetahuan
|
|
|
Statis (subtantif)
|
Dinamis (proses)
|
|
• Definisi:
sekumpulan ilmu pengetahuan yang
terintegrasi
• Fungsi Ilmu:
menemukan fakta-fakta baru dan
menambahkan pada pengetahuan sebelumnya dalam rangka mengembangkan
pengetahuan tersebut
|
•
Definisi Ilmu:
serangkaian kegiatan yang bertujuan
menemukan variabel-variabel yang berperan penting dalam kehidupan, mencari keterkaitan
antara variabel-variabel tersebut serta menemukan hukum/aturan yang dapat
menjelaskan hubungan tersebut.
•
Fungsi Ilmu:
Membangun
hukuk-hukum umum dari kejadian empiris. Ilmuwan dapat menghubungkan kejadian
dan membuat prediksi.
|
Pendekatan Ilmiah dalam Psikologi
Metode-Metode dalam Psikologi
Langkah-Langkah dalam Metode Ilmiah
a. Hampir mustahil melakukan penelitian tanpa subjek penelitian tanpa mengetahui apa yang sedang diteliti.
Daftar Pustaka.
Diposting oleh #koperindu 0 komentar

