berbagai hal psikologi dan realita disini

Jumat, 31 Januari 2020

Makna memasak untukku

Bagi sebagian orang memasak mungkin adalah sebuah tugas domestik biasa. Memotong, menimbang, mencampur dan mematangkannya mungkin dinilai hanya sebagai proses kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan hidangan yang bisa dinikmati lidah dan mengenyangkan perut semata. Akan tetapi, sebenarnya bagi orang-orang tertentu memasak merupakan cara untuk melepaskan beban dalam jiwa. Setiap proses yang dilakukan akan dengan sangat diperhitungkan dan memiliki nilai esensi dibaliknya.
Memasak mengajariku akan rasa sabar, mengerti akan proses gagal-berhasil, memperkirakan apa yang akan terjadi ketika menggunakan berbagai macam bahan dan memberi kebahagiaan kecil ketika orang yang menikmati memberi apresiasi atau setidaknya diriku sendiri yang mengapresiasi.
Memasak bukan perihal lengkap tidaknya bahan, namun dengan akal pikiran kita merancang sebuah proses dan menciptakan sebuah kolaborasi bahan manjadi enak dipandang pula dimakan. Pernahkan terbayangkan seluruh bahan mentah bersatu dan menghasilkan rasa yang seru? Rasa bahagia bahkan tercipta hanya ketika seseorang yang dituju habis menyantapnya. Aahhh, pokoknya bahagia..

Aku menulis sekaligus bercerita tentang bahagianya memasak sesuatu. Masakan sederhana yang berhasil menyembuhkan hatiku.. Rasa tertekan, muak akan tanggung jawab dan rutinitas yang rasanya sudah tak mampu aku bawa lari, bahkan kadang-kadang buatku lelah dan frustrasi. Aku sering diam dan meratap.. mau menyalahkan keadaan tapi tak kuat..
Memasak kue ini membuatku belajar akan rasa lega dan menikmati usaha. Proses mencampur bahan seadanya di dapur membuatku hatiku hanyut dan perlahan lega. Suara mixer yang berpacu menyatukan bahan dasar beda rasa. Persekian waktu konsentrasiku melebur dalam satu proses yang bersatu padu.. Tak ada luka, tak ada lara..
Waktu seolah memberiku ruang untuk tertawa sementara. Hingga pada akhir kulihat hasil yang menurutku cukup indah juga, menciptakan rasa penasaran dan berakhir pada kemesraan antara rasa dan usaha yang telah dilakukan..

Pada intinya, setiap dari kita pasti pernah merasa hal yang sama.. Merasa seolah dunia tak terkoneksi dengan kita. Sejenak lepaslah beban yang menggerogoti kepala.. Lakukanlah hal yang kau suka.. Sebentar saja..
Biarkan dirimu tak kehabisan rasa suka cita.. Sebentar saja..  peluklah dirimu dengan hobi atau kegiatan yang kau damba..
Kamu adalah pemeran utama kisahmu.. Jadi bahagialah, nikmati singkat waktumu..

#koperindu #kisahseloyangbolukeju

Kamis, 16 Mei 2019

-Tentang Aku yang MempercayaiNya-

Senja itu aku berencana habiskan waktu untuk berburu rezeki. Momentumnya pas. Aku di balik etalaseku dan mereka yang berlalu lalang mencari-cari kudapan untuk melegakan tenggorokannya yang kering dan perutnya yang keroncongan karena ibadah hari ini.
Tak henti-henti kusematkan senyumku pada tiap mereka yang singgah menunjuk-nunjuk etalaseku. Sesekali ada beberapa yang memuji kudapan buatan Ibu. Beberapa langgananpun kembali dan seperti biasa, tinggal mengucap saja kebiasaan pesanan mereka dan semua akan tersaji dengan cepatnya.

Aku menghitung sisa sajian di etalaseku, saat itu jam sudah menunjuk pukul 17:20, berarti kurang lebih 30 menit dari sekarang seruan kemenangan akan berkumandang. "Habis engga ya?" tanyaku pada diri sendiri. Masih ada sekitar 10 gelas kolak dan beberapa gorengan. Kutatap mantap semua dagangan dan berucap "pasti habis.. bismillah" hanya itu ucapku. Seolah aku yakin bahwa Dia akan berikan jawaban terbaik untukku.

Sekitar pukul 17:35 langit senja mulai berubah menggelap. Semakin lelah nampaknya matahari hingga ia berpamitan dengan cepatnya. Aku duduk, menunggu. Tak lama seorang pria paruh baya duduk di sebrangku. Tidak menatapku, namun duduk menyampingiku. Ia menatap jalan raya. Duduk diam entah apa yang ia fikirkan saat itu. Kulihat wajah lelahnya, aku senyum dan menganalisa bahwa ia tengah duduk untuk mengistirahatkan dirinya. Entah mengapa, seolah salah satu kudapanku memang miliknya, kuraih satu dan kuberikan padanya. "Ini pak, untuk berbuka puasa" ucapku dengan senyum semanis kubisa. Ia menatapku, kudengar pelan suaranya "alhamdulillah. Terima kasih teh.." seraya menerima bungkusan itu. Lega. Hanya itu rasa hatiku. Rasanya seperti aku menuntaskan misi rahasia saat itu.

Aku pun kembali duduk di balik etalase. Menunggu. Jam menunjukkan pukul 17:37 saat itu, "bismillah.. pasti habis" ucapku sembari tersenyum menatap kudapan-kudapanku yang masih berjejer manis di etalase. Tak hitung 2-3 menit, kalimatku seolah menggema di semesta. Para pelanggan datang! Secara ajaib mereka memesan dengan jumlah yang beraneka ragam. Membuatku sedikit kewalahan untuk melayani 1-1. "aku harus cepat!" hanya itu yang bergema dalam otakku. Hingga pada akhirnya seruan kemenangan berkumandang. Tersisa 4 gelas kolak manis di etalaseku. Lagi-lagi aku sok tahu.."jika memang rezekiku habis, pasti habis. Bismillah" hanya itu diskusi terakhirku pada batin. Hingga hal luar biasa terakhir terjadi, dimana pada saat orang-orang sibuk berbuka, datang seorang pria mendekati etalaseku. "ini kolak bukan ya?" tanyanya padaku, "iya pak.." jawabku sembari senyum dan berdiri untuk memudahkan menatap wajahnya. "oh.. saya beli". Tadinya kukira hanya 1, tak apalah. Lumayan. 1 juga rezeki. Kubungkus 1 gelas kolak itu. Lalu ia melanjutkan "mbak saya beli semua". Secara otomatis senyumku makin merekah bagai bolu kebanyakan pengembang. "Siap pak!". Ku percepat performa membungkusku. Tak hentinya aku bersenandung dalam hati "alhamdulillah.. alhamdulillah yaAllah". Hatiku tak karuan bahagianya. Bukan karena habisnya segala sajian di etalaseku, tapi karena percayaku diberikan jawaban terbaiknya. Bahkan sangat baik. Di detik-detik akhir, bahkan di waktu yang logikanya adalah masa orang-orang untuk duduk sejenak dan menuntaskan ibadahnya.

Ya.. tak salah sudah aku mempercayainya..
Tak salah sudah jawaban terbaik darinya. Meskipun dalam hati sedikit aku bertanya-tanya, apakah ini mutlak karena rasa percayaku? atau berkah lainnya? entahlah.. yang jelas, Dia Maha Tahu segalanya..

#koperindu

Jumat, 26 April 2019

apakah benar aku tak bahagia?

hingga kini aku masih berjuang..
mempertahankan sebongkah bahagia yang nyaris berterbangan..
mempertanyakan diri, mengapa sulit sekali?
menyalahkan diri.. mengapa aku tak bisa capai meskipun hanya sekali?
sekali lagi.. hanya juang yang buat kakiku nyaris patah dan jantung yang berhenti..
air mata setia temani..
seolah sepaket dengan luka dan duka ini..

demikankah?
seperti itukah?
tanyaku yang membenci diri sendiri..
menjadi egois dengan keinginan capai yang belum sampai..
menghina diri dan segala kualitas yang dimiliki..

kuhabiskan hari ini untuk mengevaluasi..
membuka kembali lembar tawa dan prestasi yang mungkin sempat mampir di dalam hari..
ya..
aku pernah patah.. berkali-kali..
atas ragu dan berat usaha yang kualami..
aku mengalami penolakan, jalan yang panjang.. namun kala itu bahagiaku selalu datang..
dengan sedikit mimpi dalam bayang, mengandaikan diriku yang berhasil mencapai sebuah tujuan..
lantas apa yang beda dengan aku yang kini?

ternyata ada..
aku tak kembali mengingat juang yang pernah kulakukan..
tak lagi mengindahkan rasa syukur kala menatap sekitar..
tak lagi aku bahagia dengan segala pas-pasan yang aku punya..
aku hanya protes dengan titik jenuh semata..
lupa bahwa aku pernah bahagia..

aku pernah tertawa dengan mereka..
menikmati desir angin sembari menunggu senja..
menargetkan batas rasa sakit.. mencintai usaha..
iya..
aku lupa..

mengapa kini aku tak bahagia?
ternyata karena aku yang hanya tak lagi berfikiran jika aku bahagia..

#koperindu

Senin, 22 April 2019

aku dan senja

kamu tahu senja?
bagiku lelaki adalah kaki..
perempuan adalah mata..
aku mampu bantu mereka melihat dunia.. membantu mereka menjadi awas dengan langkahnya..

sebaliknya, aku berharap mereka bisa jadikan aku sebagai alasannya menjelajahi dunia..
mengajakku untuk tahu segala yang belum kutahu..
melangkahkan aku pada temu yang bahagia..
berjumpa dengan hal baru, yang selama ini merantaiku dengan kodratku sebagai perempuan..
kuharap kamu tahu..
sebab kita adalah bangsa ke-timuran..

#koperindu

Senin, 23 Juni 2014



MODUL PERKULIAHAN



PSIKOLOGI UMUM 1



Metode Penelitian dalam Psikologi













Fakultas
Program Studi
Tatap Muka
Kode MK
Disusun Oleh


Psikologi
Psikologi
05

Luh Mea Tegawati, M.Psi.Psi.



Abstract
Kompetensi


Modul ini menerangkan definisi metode-metode penelitian dalam psikologi

Mahasiswa memahami tentang metode yang digunakan dalam penelitian psikologi



Psikologi sebagai Ilmu

Prolog

  • Apakah Anda pernah bertanya-tanya tentang sesuatu?
  • So..bagaimana cara Anda menemukan jawaban?
  • Dengan menyelidiki atau membiarkan?
  • Dalam bidang psikologi atau bidang lain adakah sesuatu yang ingin dicari jawabannya?

Apakah Penelitian

Penelitian adalah penyelidikan secara sistematis untuk menjawab sebuah permasalahan.
“Scientific research s a systematic, contolled empirical and critical investigation of propotions about the presumed relationships about various phenomena (Kerlinger, 1986)”

Metode untuk menemukan pengetahuan yaitu : (Helmstadter dalam Christensen, 2001)

Kekukuhan pendapat (Tenacity)
kekukuhan pendapat.  Pengetahuan didapat berdasarkan tahayul atau kebiasaan yang umumnya berlaku di masyarakat tertentu
Kekukuhan pendapat terjadi jika peneliti sangat yakin dengan pendapatnya kemudian dijadikan hipotesa, dibuktikan dengan penelitian ilmiah
Kelemahan tidak ada yang berani menentang atau meakukan dangan cara lain

Otoritas (Authority)
             suatu informasi diterima sebagai pengetahuan yang benar karena dinyatakan oleh sumber yang dinyatakan memiliki otoritas atau kekuasaan.
Kelemahan pendapat tokoh belum tentu benar akan tetapi diyakini oleh pengikutnya (misal, kasus Nabi Palsu)

Intuition
            Metode yang berdasrkan pemikiran secara akal tetapi pengetahuan didapat tidak dikaitkan dengan pengetahuan sebelumnya atau informasi sebelumnya, tanpa proses penalaran atau pengambilan kesimpulan yang benar. Kelemahannya tidak dicari fakta yang sebenarnya

Rasionalisme
Menggunakan metode penalaran atau reasoning. Proses berpikir dengan metode deduktif yang akan dicari pembuktian.
Kelemahan apabila tidak terdapat standar dalam membuktikan metode penalaran.

Empirisme
Metode yang menggunakan pengalaman dan observasi, dikenal dengan metode induktif karena mengutamakan pengalaman
Persepsi tidak selalu menjadi kenyataan karena dipengaruhi hal-hal subjektif, misal motivasi dari pengalaman sebelumnya

Metode ilmiah (Science)
Metode ini berusaha mendapatkan informasi sedekat mungkin dengan kenyataan. Metode ilmiah melibatkan dua metode yaitu rasionalisme  yang menekankan pada penalaran dan empirisme yang menekankan pada kenyataan yang ada.

METODE ILMIAH
Orientasi Ilmiah ditandai:
1.    Toleransi terhadap ambiguitas à hasil dari pengujian ilmiah terdapat dua kemungkinan yaitu terbukti ataupun kondisi keraguan atau tidak terbukti sehingga ada tolerasi dalam prosesnya.
2.    Kesediaan dan kemamuan mempertanyakan sesuatu yang tampaknya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi
3.    Keinginan melakukan pengujian terhadap berbagai kemungkinan

KARAKTERISTIK METODE ILMIAH
A.    Adanya definisi operasional : definisi operasional deberikan secara jelas dan terinci terhadap variabel yang dipilih. Variabel adalah atribut atau propertidimana organisme (orang, subjek, benda) bervariasi.
B.    Adanya kontrol: perlu mencari faktor-faktor yang menjadi penyebab untuk mengontrol faktor lain.
C.   Dapat diulang: dapat diulang atau direplikasi. Syarat reliabel terpenuhi sehingga apabila direplikasi hasil tidak akan jauh berbeda



ORIENTASI METODE ILMIAH
Metode ilmiah merupakan suatu orientasi di kalangan masyarakat ilmiah yang ditandai dengan adanya sikap kritis terhadap temuan-temua, pernyataan-pernyataan, suatu pencarian yang aktif untuk menemukan kasalahan, sikap skeptic pada pengetahuan yang diperoleh karena didasari pandangan akan adanya kelemahan dan inkonsistensi pemikiran seseorang, serta melihat penjelasan-penjelasan yang ada pada tahap tentatif dari proses yang ada. Orientasi ilmiah ditandai 3 hal
1.    Toleransi terhadap ambiguitas. Hal ini tercermin dari adanya pengakuan bahwa tidak ada satu aturan atau resep tertentu yang dapat mengarahkan kita mencapai suatu temuan. (discovery). Toleransi ini menunjukkan adanya kemauan untuk bekerja tanpa adanya kepastian jawaban yang memuaskan, serta adanya apresiasi terhadap situasi dimana “keraguan dianggap sebagai kondisi yang tidak menyenangkan dan kepastian adalah sesuatu yang mustahil.”
2.    Kesediaan dan kemauan untuk mempertanyakan sesuatu yang tampaknya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Dengan kata lain metode ilmiah tidak menerima begitu saja penjelasan hasil penelitian yang ada, tetapi berusaha untuk mengkasi kembali penjelasan dan hasil penelitian tersebut.
3.    Keinginan untuk melakukan pengujian terhadap berbagai kemungkinan jawaban yang saling bertentangan satu sama lain. Metode ilmiah terbuka untuk menerima pendapat yang berbeda dan setiap pendapat terbuka untuk diuji.

KARAKTERISTIK METODE ILMIAH
Cristhensen (2001) menyatakan bahwa ada tiga karakteristik utama metode ilmiah yaitu:
1.    Adanya Definisi Operasional
Operasionalisasi variable berarti variable yang diteliti harus didefinisikan secara jelas, termasuk cara pengukurannya. Definisi terhadap variable perlu dilakukan untuk menghilangkan kerancuan mengenai cara mengukur gejala.
2.    Adanya Kontrol
Peneliti perlu mengidentifikasikan faktor-faktor penyebab suatu tingkah laku untuk melakukan kontrol.
3.    Dapat Diulang
Dapat diulang atau direplikasi oleh peneliti lain. Hasil yang diperoleh pada suatu penelitian harus reiliable (dapat diperoleh hasil yang kurang lebih sama apabila diulang). Sesuai denga tujuan ilmu pengetahuan yaitu memperoleh pengetahuan yang sistematis mengenai dunia berdasakan metode ilmiah, maka observasi, dan penjelasan yang tidak reliable tidak dapat digunakan.

ASUMSI METODE ILMIAH
EMPIRISME: suatu metode dikatakan ilmiah jika dapat memberikan data atau fakta yang dapat diobservasi dan terukur, dapat dibuktikan secara ilmiah.
DETERMINISME : gejala yang ada mengikuti akuran tertentu berdasarkan teori bidang ilmu yang mendasari. Misalnya, teori perilaku menurut psikologi
KESEDERHANAAN (Parsimony) :pemilihan hipotesis yang paling sederhana atau pernyataan paling kongkret menjelaskan gejala
KETERUJIAN (Testability): ada pengujian yang dapat dilakukan untuk menganalisis apakah hipotesis atau pernyataan ilmiah benar atau salah

PERBEDAAN ILMU PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN AWAM
Secara umum, Kerlinger dan Lee (2000) mengemukakan 5 perbedaan antara ilmu pengetahuan dan pengetahuan.awam :
Pertama, Penggunaan Konsep dan teori à ilmu pengetahuan menggunakan dasar berupa teori pengetahuan awam bersal dari keyakinan, pendapat orang, dan tidak ilmiah.
Kedua, pengujian teori dan hipotesis à ilmu pengetahuan melalui penelitian yang sistematis dan ilmiah. Pengetahuan awam tidak dilakukan pengujian secara ilmiah.
Ketiga, kontrol à ilmu pengetahuan menggunakan kontrol untuk dapat memisahkan variable pengganggu. Pengetahuan awam tidak ada kontrol.
Keempat, kemampuan melihat hubungan antargejala à ilmu pengetahuan melihat secara konstan hubungan diantara gejala sedangkan pengetahuan awam menggunakan akal sehat untuk menjelaskan hubungan antargejala.
Keenam, penjelasan gejala yang diobservasi à Ilmu pengetahuan menjelaskan gejala melalui perilaku yang bisa diobservasi sedangkan pengetahuan awam gejala terkadang bersifat metafisik.


Ilmu Pengetahuan
Statis (subtantif)
Dinamis (proses)
     Definisi:
     sekumpulan ilmu pengetahuan yang terintegrasi
     Fungsi Ilmu:
     menemukan fakta-fakta baru dan menambahkan pada pengetahuan sebelumnya dalam rangka mengembangkan pengetahuan tersebut

   Definisi Ilmu:
   serangkaian kegiatan yang bertujuan menemukan variabel-variabel yang berperan penting dalam kehidupan, mencari keterkaitan antara variabel-variabel tersebut serta menemukan hukum/aturan yang dapat menjelaskan hubungan tersebut.
   Fungsi Ilmu:
Membangun hukuk-hukum umum dari kejadian empiris. Ilmuwan dapat menghubungkan kejadian dan membuat prediksi.

Characteristics of Modern Science
o  The scientific mentality
o  Data-gathering
o  Seeking general principles
o  Good thingking àprinciple of parsimony
o  Self-correction
o  Publicizing results
o  Replication
o  Christensen (2001) menyebutkan empat tujuan ilmu pengetahuan yaitu :
1.    Deskripsi
Tujuan pertama ilmu adalah memberikan gambaran atau deskripsi mengenai suatu gejala secara tepat. Ilmuwan berusaha memberikan gambaran secara sistematis mengenai fakta-fakta atau karakteristik dari gejala yang diteliti.
2.    Eksplanasi
Ilmu untuk memecahkan masalah manusia. Oleh karena itu, seorang ilmuwan tidak akan puas dengan hanya memperoleh gambaran mengenai gejala. Diperlukan penjelasan mengenai mengapa faktor-faktor yang menyebabkan munculnya gejala tertentu.
3.    Prediksi
Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab munculnya gejala, peneliti dapat membuat prediksi mengenai munculnya prediksi di masa akan datang.
4.    Kontrol
Ilmu pengetahuan adalah melakukan kontrol terhadap munculnya gejala atau tingkah laku tertentu. Kontrol yang dilakukan dapat berarti mengurangi munculnya gejala tertentu/ gejala perilaku yang merugikan.
Psikologi sebagai ilmu pengetahuan menggunakan metode ilmiah dalam mempelajari dan menjelaskan tingkah laku manusia yang ditandai dengan adanya :
a.    Teori yang mendasari
b.    Penyusuan hipotesis
c.    Observasi
d.    Pengukuran
e.    Objektif
f.     Terkontrol
g.    Keterbukaan terhadap kesalahan
h.    Keterbukaan akan perbedaan pendapat dengan ilmuwan lain
i.      Replikasi

Pendekatan Ilmiah dalam Psikologi

4 sikap pendekatan ilmiah
        rasa ingin tahu
        skeptis
        objektifitas
        kesediaan untuk berfikir kritis

Bagi para ilmuan yang terpenting - rasa keingintahuan (curios). Para ilmuan juga bersikap skeptis yaitu meragukan hal-hal yang orang lain terima apa adanya. Para ilmuan juga meyakini bahwa salah satu cara terbaik untuk menjadi objektif adalah melakukan penelitian.

Pendekatan ilmiah itu, Ilmu pengetahuan yang melibatkan berfikir dengan kritis  diwujudkan dengan
        berifkir secara reflektif
        berfikir secara produktif dan mengevaluasi bukti

Metode-Metode dalam Psikologi

       Metode Longitudinal
Metode ini merupakan metode penelitian yang membutuhkan waktu yang relative lama untuk mencapai suatu hasil penelitian. Dengan metode ini penelitian dilakukan hari demi hari, bulan demi bulan bahkan mungkin tahun demi tahun. Karena itu apabila dilihat dari segi perjalanan penelitisn ini adalah secara vertikal.
         Metode Cross-Sectional
Metode penelitian yang tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama didalam melakukan penelitian. Dengan metode ini dalam waktu yang relatif singkat dapat disimpulkan bahan yang banyak. Jadi kalau dillihat dari jalannya metode ini merupakan penelitian Horisontal.

Menurut Bimo Walgito (2004), terdapat beberapa pembagian metode penelitian dalam psikologi yaitu ;
1) Metode Introspeksi
Introspeksi adalah Melihat kedalam (intro = kedalam dan speksi <spectare> =melihat). Metode ini merupakan suatu metode penelitian dengan melihat peristiwa-peristiwa kedalam dirinya sendiri.
2) Metode Introspeksi eksperimental
Metode ini merupakan metode penggabungan dari introspeksi dengan eksperimen. Dengan jalan eksperimen, maka sipat subjektivitas dari metode introspeksi akan dapat diatasi. Pada metode introspeksi murni hanya dari penelitian yang menjadi objek. Tetapi pada introspeksi eksperimental jumlah subjek banyak, yaitu orang orang yang dieksperimentasi itu.
3) Metode Ekstropeksi
Artinya Melihat Keluar. Metode ini dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode introspeksi. Pada metode ekstropeksi subjek penelitian bukan dirinya sendiri tetapi orang lain. Dengan demikian diharapkan adanya sipat yang objektif dalam penelitian itu.


4) Metode Kuesioner
Kuesioner sering pula disebut angket merupakan metode penelitian dengan menggunakan saftar pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang yang menjadi subjek dari penelitian tersebut
5) Metode Interview
Merupakan metode penelitian dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sevara lisan.
6) Metode Biografi
Merupakan metode tulisan tentang kehidupan seseorang yang merupakan riwayat hidup. Dalam biografi, orang menguraikan tentang keadaan, sikap-sikap ataupun sifat-sifat lain mengenai orang yang bersangkutan.
7) Metode Analisis Karya
Merupakan suatu metode penelitian yang dengan mengadakan analisis dari hasil karya.
8 ) Metode Klinis
Metode ini mula-mula timbul dalam lapangan klinik untuk mempelajari keadaan orang orang yang jiwanya terganggu (abnormal)
9) Metode Testing
Merupakan metode penelitian yang menggunakan soal-soal, pertanyaan-pertanyaan, atau tugas lain yang telah distandarisasikan.
10) Metode Statistik
Pada umumnya metode ini digunakan untuk mengadakan penganalisisan terhadap materi atau data yang telah dikumpulkan dalam suatu penelitian






Langkah-Langkah dalam Metode Ilmiah

       Mengamati sejumlah gejala
        Merumuskan hipotesis dan dugaaan
        Menguji melalui penelitian empiris
        Menarik kesimpulan
       Mengevaluasi kesimpulan

Penelitian dalam bidang psikologi biasanya dilaksanakan pada setting tempat sebagai berikut ;
Latar laboratorium
Kelemahan :
a. Hampir mustahil melakukan penelitian tanpa subjek penelitian tanpa mengetahui apa yang sedang diteliti.
b. Laboratorium tidak alami dan dengan demikian dapat menyebabkan subjek penelitian berperilaku tidak seperti biasa.
c. Orang yang bersedia menjadi subjek penelitian mungkin tidak cukup untuk mewakili berbagai latar belakang budaya.
d. Aspek pikirian dan perilakunya sulit dan bahkan mustahil untuk diteliti.

Latar alami
1.    Pengamatan naturalistik - mengamati perilaku dg latar yang sebenarnya tanpa upaya memanipulasi atau mengendalikan situasi.
2.    Pengamatan naturalistik digunakan pada sebuah penelitian yang memusatkan pada percakapan dalam museum ilmu pengetahuan anak-anak


                    Daftar Pustaka.

       Sarwono, S.W.(2012). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: PT. RajaGrafindo Pers.
       Walgito, Bimo. 2004. Psikologi Umum 1. Yogyakarta:  Andi Yogyakarta.
                             Marliani, Roslenty. Psikologi Eksperimen. Bandung: Pustaka Setia